Kamis, 11 April 2013

TUGAS KEDUA PEREKONOMIAN INDONESIA

Tugas kedua perekonomian Indonesia.

Dinda Tamara Putri (22212189)
Indina Tarziah (23212683)
Maytias Tri Pratiwi (24212505)
Siti Rokhayah (27212086)

Kelas 1EB18

1. jelaskan berbagai hambatan yang dihadapi oleh Indonesia dalam melaksanakan perdagangan antar mancanegara.

Jawab :

Setiap negara selalu menginginkan perdagangan yang dilakukan antarnegara dapat berjalan dengan lancar. Namun, terkadang kegiatan perdagangan antarnegara juga mengalami beberapa hambatan. Hambatan-hambatan inilah yang dapat merugikan Indonesia dalam perdagangan internasional. Berikut ini beberapa hambatan yang dialami Indonesia dalam perdagangan internasional.


1. Perbedaan Mata Uang Antar Negara. Pada umumnya mata uang setiap Negara berdeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap Negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.

2. Kualitas Sumber Daya Alam yang Rendah. Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah, maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi Negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.

3. Pembayaran Antar Negara Sulit dan Risikonya Besar. Pada Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.

4. Adanya Kebijakan Impor Dari Suatu Negara. Setiap Negara tentunya tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalamnegeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi Negara lain untuk melakukan perdagangan.

5. Terjadinya Perang. Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapat menyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.

6.Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional. Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.


2. bagaimana perkembangan neraca pembayaran Negara Indonesia untuk 5 tahun terakhir dan berikan ilustrasinya dalam bentuk table selama 5 tahun tersebut.

Jawab :

Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia dapat diamati dalam neraca pembayaran (balance of payment, BOP).  Menunjukkan bahwa perkembangan ekspor dan impor senantiasa menunjukkan surplus.  Pada tahun 2009 data neraca transaksi berjalan (current account) menghasilkan surplus 10.7 miliar dolar. Kondisi optimis tersebut juga terlihat dari neraca modal (capital account), dimana sudah recovery sesudah mengalami krisis pada tahun 2008, ditunjukkan dengan angka tahun setelah krisis tersebut. Meskipun demikian, fenomena krisis tersebut masih mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang positif, sementara negara-negara lain menunjukkan pertumbuhan negative.
Selama ini banyak kritikan ditujukan kepada kinerja ekonomi nasional.  Hal ini disebabkan kinerja positif ekonomi makro tidak sejalan dengan kinerja mikro.  Bahkan kinerja mikro telah menunjukkan tanda-tanda deindustrialisasi.  Para pakar mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional lebih banyak diakibatkan oleh faktor konsumsi rumah tangga dan pemerintah.
Deindustrialisasi ditunjukkan dengan menurunnya pertumbuhan industri pengolahan yang jauh di bawah rata-rata nasional.  Adapun peningkatan konsumsi rumah tangga dan pemerintah secara tidak langsung ditunjukkan dengan pertumbuhan jasa-jasa, keuangan, persewaan, dan jasa; bangunan, transportasi, listrik, gas dan air minum.  Tentu saja hal ini memberikan gambaran pertumbuhan ekonomi yang tidak sustainable, karena pertumbuhan industri pengolahan merupakan faktor penting bagi pemecahan masalah transformasi struktur ekonomi dan tenaga kerja; selain faktor transfer teknologi dan pengembangan usaha kecil dan menengah.
Neraca Pembayaran Indonesia ini berisi penjelasan tentang kerangka konseptual statistik Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) serta sumber data dan metode yang digunakan dalam penyusunannya.


TOTAL
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA (BALANCE OF PAYMENT)
Juta USD (millions of USD)

URAIAN
2008
2009
2010
2011
2012
TRANSAKSI BERJALAN
126
10.628
5.144
1.685
-24.183
BARANG
22.916
30.932
30.627
34.783
8.417
ekspor
139.606
119.646
158.074
200.788
188.146
impor
-116.690
-88.714
-127.447
-166.005
-179.729
JASA-JASA
-12.998
-9.741
-9.324
-10.632
-10.770
PENDAPATAN
-15.115
-15.140
-20.790
-26.676
-25.839
TRANSFER BERJALAN
5.364
4.578
4.630
4.211
4.009
TRANSAKSI MODAL & FINANSIAL
-1.822
4.852
26.620
13.567
24.911
TRANSAKSI MODAL
294
96
50
33
37
TRANSAKSI FINANSIAL
-2.126
4.756
26.571
13.534
24.873
TOTAL (I + II)
-1.707
15.481
31.765
15.252
728
SELISIH PERHITUNGAN BERSIH
-238
-2.975
-1410
-3.395
-563
NERACA KESELURUHAN (III  + IV)
1.945
12.506
30.285
11.857
165
CADANGAN DEVISA DAN YANG TERKAIT
-1.945
-12.506
-30.285
-11.857
-165

REFERENSI :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar