Senin, 08 April 2013

PERKEMBANGAN INDUSTRI FASHION INDONESIA DAN PEREKONOMIAN INDONESIA (Tulisan 2)


I. PENDAHULUAN
Industri fashion di Indonesia tengah menjadi sorotan. Sebab, produk-produk fashion Tanah Air seperti tekstil dan aksesoris semakin diminati pecinta fashion di mancanegara. Oleh karena itu pemerintah terkait sepakat untuk meningkatkan industri ini. Sebagai langkah awal pemerintah mengadakan Jakarta Fashion Week 2013, fashion week utama di Indonesia digelar pada 3-12 November 2012 di Plaza Senayan. Para desainer kebanggaan Indonesia akan menampilkan karya-karya terbaik yang akan menjadi perhatian penting industri fashion nasional dan internasional.

II. ISI
Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode tahun 2007 sampai 2011, nilai ekspor fashion Indonesia terus mengalami peningkatan sebesar 12,4%. Sementara selama periode Januari - Oktober 2012, ekspor fashion mencapai US$ 11,64 miliar, meningkat 1,76% dibanding nilai ekspor periode sebelumnya. 
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong perkembangan industri fashion saat ini. Pasalnya dari industri fashion tahun lalu telah menyumbang produk domestik bruto dari industri fashion sebesar Rp 164 triliun.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu menargetkan peningkatan industri fashion menjadi 6 persen untuk tahun 2013. Namun target perkembangan industri fashion masih dilihat pertumbuhan ekonomi.
Untuk ke depannya, pemerintah juga akan fokus pada pengembangan fashion ready to wear serta penguatan branding produk Indonesia. Usaha lain yang juga ditempuh untuk membuat fashion lokal Indonesia menjadi kiblat fashion Asia adalah dengan dibuatnya standar nasional untuk menjamin mutu produksi.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Taruna K Kusmayadi menambahkan fashion nasional akan mudah bertumbuh di pasar internasional. Akan tetapi, banyak hambatan yang menghalangi laju pergerakan industri fashion di sini. Dia menyebutkan adalah kurangnya penguatan jaringan pemasaran.
"Untuk itu, sejumlah upaya pun dilakukan demi terciptanya fashion Indonesia yang berkarakter dan dikenal dunia yang menonjolkan keindahan lokal. IFW menjadi salah satu sarana produk dalam negeri untuk dikenal mancanegara," tuturnya.

III. PENUTUP
Pemerintah menyatakan sumbangan ekonomi kreatif khususnya dunia fashion cukup signifikan bagi perkembangan perekonomian nasional. Sektor ini menjadi potensi menjanjikan untuk menopang peningkatan ekonomi ke depan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyebutkan, sektor ekonomi kreatif telah memberikan lapangan kerja kepada 11,8 juta orang.
Dari sisi nominalnya, sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp 574 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) terhadap PDB Indonesia. Angka ini meningkat dari 2010 yang hanya Rp 473 triliun.
Sementara sumbangan sektor fashion terhadap PDB ekonomi kreatif, yakni Rp 164 triliun pada 2012. Padahal, dua tahun sebelumnya baru sekitar Rp 128 triliun.
Di masa mendatang, dengan pertumbuhan kelas menengah yang semakin besar, prospek industri fashion cukup menjanjikan.

IV. DAFTAR PUSTAKA
tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar